Posted by: sinyoegie | August 31, 2012

Aku Tak Betah di Jalanan Kota Paris *

Alhamdulilah, akhirnya sampai juga di Paris. Nyo mendapatkan amanah untuk sedikit membantu pekerjaan teman yang sudah lama tinggal di kota nan elok ini. Saat memasuki kota masih pagi, jalanan terlihat sepi, gedung-gedung kuno sebagian masih terawat rapi dan Sinyo melewati nama-nama jalan yang terkenal seperti disebut dalam TV.

Sinyo ditempatkan oleh teman di salah satu rumah pada komplek yang cukup mewah, sepi sekali. Rumah itu sekaligus menjadi tempat kerja, hanya Sinyo yang tinggal di situ. Setelah selesai merapikan barang, Nyo membuka SMS dari keluarga dan sahabat serta teman-teman. Salah satu SMS mengajak Nyo untuk jalan-jalan di kota Paris pada hari kedua, ternyata pengirimnya teman yang tinggal tidak jauh dari kota Paris.

Hari kedua, pagi-pagi sekali Nyo sudah keluar rumah dijemput oleh teman, dingin sekali sampai menembus tulang. Kami menuju salah satu lapangan terkenal di kota Paris yaitu TL **, biasanya di sana banyak acara berskala nasional, Nyo berharap dapat bertemu artis-artis terkenal ^_^

Sampai di TL, widih ternyata banyak penjual asongan seperti di Jawa saja, terbukti memang para wanita kota Paris putih, manis dan modis. Sesuai dengan pembicaraan orang tentang wanita kota Paris, mulai dari orang biasa hingga penjual asongan semuanya layak menjadi artis (Mpok Nori juga artis kan ya?).

Menjelang siang lapangan semakin ramai dikunjungi orang terutama pada panggung utama. Sinyo mengenal beberapa artis tetapi tidak semuanya. Capek dan puas Nyo berjalan-jalan di kota Paris, hanya saja ada sedikit yang mengganjal di hati, kenapa jalanan sering macet? Mobil dan sepeda motor menumpuk di hampir setiap sudut kota, ah mungkin karena hari libur sehingga semua orang mencari hiburan.

Selanjutnya hampir satu bulan Nyo jarang keluar komplek perumahan kecuali untuk sholat atau membeli makanan. Alhamdulillah ada masjid tidak jauh dari komplek. Makanan juga Nyo pilih yang aman dan halal, telur terutama. Hal ini membuat Nyo sedikit mengetahui kondisi lalu lintas kota Paris. Sinyo juga mendengar dari rekan-rekan kerja jika jalanan kota Paris sering macet. Pernah satu kali saat Sinyo akan mengambil uang di ATM, waduh…benar-benar ruwet lalu lintasnya, padahal bukan hari libur.

Sinyo cukup kecewa dengan keadaan jalanan kota Paris, ternyata tidak seindah yang ditayangkan dalam televisi atau digembar-gemborkan orang. Masih jauh nyaman my home town kota Magelang. Dingin, sejuk, tenang dan lalu-lintas lancar terkendali. Di sini serba ruwet dan akhirnya Nyo mendapatkan bukti secara langsung. Saat Nyo akan pulang kembali ke Jawa, jalanan menuju terminal pemberangkatan macet total. Untung Sinyo diantar oleh dua rekan kerja yang menggunakan sepeda motor sehingga dapat mengambil celah-celah jalan untuk terus maju. Hati Nyo berdebar-debar jika sampai tiket hangus…tekor sudah. Gerimis, tas ransel berat..benar-benar menambah kekecewaan Nyo terhadap kota Paris.

Alhamdulillah sampai di tempat Nyo belum terlambat. Sambil menunggu keberangkatan, Sinyo mencari makanan yang hangat agar perut tidak mual. Sik-asik ada penjual bakso, lumayan walau rasa tak karuan. Sambil melihat hujan gerimis Nyo saksikan banyak orang ribut mencari tiket, yah sama saja perilaku orang gak pengaruh RAS. Huff….biar kata dijanjiin ketemu Samir Nasri atau Zinedine Zidan, gak bakalan Sinyo mau berkunjung gratis ke kota Paris di Perancis. Lah kembarannya saja seperti ini… ^_^

Nyo, Magelang akhir Agustus 2012. (Kenangan di kota Paris van Java)

Catatan:

* = Paris van Java = Bandung

** = Tegal Lega


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: