Posted by: sinyoegie | November 6, 2012

Cinta Tiga Jari

Sebuah telapak tangan terlahir tidak sempurna, dia hanya mempunyai tiga jari yaitu jari Telunjuk, Tengah dan Manis. Walau tidak lengkap mereka bertiga tetap kompak semenjak kecil untuk bekerjasama. Saling menyayangi, menghargai, mencintai walau terkadang diselingi keributan kecil.

Waktu berjalan, menginjak dewasa ego jari mulai tumbuh berkembang sesuai denga karakter masing-masing. Jari Telunjuk, dia merasa paling penting dari tiga jari. Selain bermanfaat untuk mengupil, jari ini sangat berguna bagi empunya karena sering digunakan untuk menunjuk, menekan ini dan itu.

Berbeda dengan jari Manis, walau tidak sepenting jari Telunjuk, dirinya merasa paling ‘cantik dan manis’, itulah kenapa cincin selalu disematkan padanya. Biar kata tidak sering digunakan, tetapi merupakan jari yang paling berharga.

Lain sekali dengan kedua jari tadi, jari Tengah tidak mempunyai modal apa-apa untuk dibanggakan seperti kedua saudaranya. Dia hanya ikut berbahagia dan senang saat melihat kedua saudara jari sering berativitas. Hatinya sudah bergembira kala dapat membantu mereka.

Tidak jarang jari Telunjuk dan Manis dengan seenak perut memaki dan menghina jari Tengah jika pekerjaan yang dilakukan terasa lelet. Sering mereka melupakan kepentingan jari Tengah untuk diperhatikan, dimanja dan disayang kala lelah membantu kepentingannya. Kedua jari merasa tidak perlu memberikan kasih, bukankah itu sudah kewajiban jari Tengah menolong mereka berdua daripada tiada guna di dunia ini.

Malang tak terhindar, suatu hari jari Tengah harus diamputasi karena kecelakaan. Jari Telunjuk dan jari Manis baru sadar, betapa jari Tengah ternyata lebih penting bagi mereka berdua. Kini kedua jari tersebut tidak dapat bersentuhan guna menghangatkan diri karena sudah tidak ada jari Tengah, menemukan kedua ujung kuku mereka saja susah apalagi menjadi satu seperti dulu kala saat masih ada si jari Tengah yang disepelakan.

Sebelum Anda terlanjur menyakiti hati seseorang, ingatlah selalu bahwa dia atau mereka berasal dari satu sari pati bumi, menghirup udara yang sama dan bernaung di bawah cahaya matahari tunggal. Jika Anda melukai perasannya maka itu berarti Anda telah melukai diri sendiri. Anda mungkin bangga dan puas kala menyakiti, tetapi percayalah suatu waktu Anda akan menyesal tujuh turunan.

Nyo, Awal November 2012, sedang mengumpulkan debu kehancuran untuk ditata ulang (terima kasih telah dihancurkan) ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: