Posted by: sinyoegie | December 2, 2012

November Selalu Kelabu (Based on True Story)

614896_471741092845057_554012247_o

Foto: hasil karya Eyang Soga Soegiarto

Deg! Jantungku serasa sesak, mata terpaku pada kalimat terakhir ‘note’ milik salah seorang kawan di Facebook. November selalu kelam selamanya, demikian kalimat itu. Ternyata bukan aku saja yang mengalami kelabunya bulan November. Ya, setiap bulan ini datang ingatanku kuat melayang pada Abangku yang wafat.

Ah…dia Kakak yang penuh cinta kasih pada adik-adiknya, seorang laki-laki sejati yang berjuang demi membantu keluarga agar dapat hidup layak. Hingga saat ini perilaku Abang selalu menjadi acuanku untuk mencari pendamping hidup. Belum pernah si Abang memukul adik-adiknya, paling kalau marah dia hanya melotot sambil mendengus, kami semua sudah takut. Tidak…sama sekali bukan takut kami dihajar, dipukul atau kekerasan lain, kami hanya tidak ingin si Abang ogah menemani belajar, mengantar jalan-jalan atau menjaga dari laki-laki jahil yang menggoda. Tepatnya, aku dan adik-adik yang lain tak akan sanggup kehilangan kasih sayangnya.

Apalagi aku adalah adik terkasih, katanya diri inilah salah satu harapan agar dapat membantu Kakak mengangkat ekonomi keluarga. Si Abang bilang bahwa Otakku cerdas, akhlak baik dan mempunyai penampilan yang mendukung. Itulah kenapa kakak sekuat tenaga membantuku agar dapat kuliah guna mendapatkan pekerjaan yang layak dikemudian hari.

Tapi, di bulan November itu, aku pula yang ‘membunuh’ Kakaku tersayang. Ya..memang tidak secara langsung tetapi sulit untuk tidak merasa bersalah atas terjadinya peristiwa maut yang merenggut nyawa Kakak.Waktu itu hujan gerimis, ada jadwal kuliah. Kupinta si Abang mengantar ke kampus. Sebenarnya dia sudah memberitahu agar tidak usah berangkat karena cuaca buruk, tetapi aku bersikukuh untuk menuju tempat kuliah demi ilmu. Seperti biasa Kakak mengalah, kami menerobos rintik hujan. Awan semakin kelabu..kulihat terakhir kali Kakak pulang walau hujan sedemikian deras. Dia memaksa pulang karena masih ada urusan pekerjaan.

Menjelang kuliah berakhir ada telepon dari Ibu, beliau memberitahu bahwa Kakak kecelakaan, kritis masuk rumah sakit. Air mataku meleleh, kuajak teman dekat mengantar pulang. Malang tidak dapat ditolak, diriku tidak sempat melihat si Abang menghembuskan nafasnya yang penuh cinta untuk terakhir kali. Rasa bersalahku semakin membesar kala melihat gadis pujaan kakak datang menjerit histeris. Seharusnya mereka berdua naik pelaminan sebulan lagi…..

Kini cinta si Abang sudah berbuah manis, adik-adiknya telah menjadi ‘orang’. Namun..setiap bulan November datang, tangisku akan kembali terulang mengenang kakakku tercinta, si Abang.

Nyo, awal Desember 2012, (Kenangan indah bersamamu, akan selalu bertahtah dalam jiwaku)

Salam kagem ‘mbak’ narasumber: u r not alone ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: