Posted by: sinyoegie | October 4, 2013

Generasi Muslim Penipu

919286_196288870519435_1500949423_o

Foto: Oleh Eyang Soga Soegiarto

Kabar Penuh Berkah

Pagi cerah, Jumat berkah. Dapat kabar dari Mbak Dewi, kalau buku keenam Sinyo berjudul Generasi Muslim Penipu akan terbit di Qibla-Bhuana Ilmu Populer. Alhamdulillah berjodoh dengan BIP, stafnya ramah, rendah hati dan cepat sekali eksekusinya. Nyo yakin, BIP (Gramedia Grup) akan semakin jaya karena begitu perhatian kepada para penulis. Aamiin🙂

Cuplikan Buku Generasi Muslim Penipu

Pornografi dan penipuan memang dua hal berbahaya yang selalu menghantui para orang tua jika anak-anak mereka bersentuhan dengan teknologi Internet. Menurut Anda, dari dua masalah utama yang mengkhawatirkan tersebut, manakah yang lebih berbahaya? Mari kita sama-sama tentukan guna mendapatkan masalah paling utama.

Pornografi sudah mulai menjadi masalah ketika akses Internet semakin mudah dijangkau masyarakat baik dari segi harga dan tempat. Hal ini dapat dimaklumi karena situs-situs pornografi menyumbang pemasukan yang sangat besar di benua Amerika dan Eropa lewat Internet, sehingga dengan mudah iklan-iklan pornografi muncul di berbagai situs.

Pemerintah dan semua komponen penyedia jasa Internet kemudian bereaksi positif untuk berusaha mencegah akses situs porno agar sulit dijangkau oleh anak-anak. Kita ambil contoh warnet misalnya, warnet sebagai salah satu ujung tombak penetrasi Internet di masyarakat semakin berbenah diri dengan mendukung program Internet Sehat. Dimulai dengan mengurangi atau meniadakan sekat (tempat menjadi lebih terbuka). Sebagian warnet juga menerapkan pengawasan yang ketat kepada para penggunanya. Mereka pun mulai jengah karena sering mendapat cap sebagai pusat pornografi oleh masyarakat. Software-software anti pornografi mulai diaplikasikan pada komputer warnet agar generasi muda hanya berusaha mencari hal positif di Internet.

Pornografi boleh dikatakan menurun cukup drastis karena dunia Internasional ikut membantu pencegahan akses pornografi pada anak-anak dan remaja (salah satunya mesin pencari Google). Sayangnya, kemajuan dalam penanggulangan pornografi tidak disertai dengan pengalihan perhatian pada hal positif dalam ber-Internet. Situs jejaring sosial semacam Facebook, Twitter dan game online menjadi favorit pengganti situs pornografi. Parahnya, pengganti ini menjadikan generasi muda kecanduan akan Internet. Hal inilah yang kemudian ‘memaksa’ anak-anak belajar dan berani berbohong kepada orang tua, guru atau teman dengan berbagai cara serta alasan.

Banyak orang tua tidak mengetahui bahwa dirinya ‘dibohongi serta ditipu’ oleh putra-putri mereka dengan alasan penggunaan Internet. Yang lebih mengerikan lagi, lewat situs jejaring sosial (contoh Facebook) anak-anak dan remaja dapat berbagi file pornografi secara bebas. Kita ambil contoh kasus video porno Ariel PeterPan, penyebaran lewat Facebook sangat cepat. Sekarang kita dapat membayangkan, jika di suatu daerah didapati file video porno yang dilakukan seorang pelajar, maka file tersebut dengan cepat tersebar lewat jejaring sosial tanpa diketahui oleh pihak pemerintah, penyedia jasa Internet apalagi orang tua.

Bagaimana jadinya negara Indonesia kelak, jika sedari anak-anak serta remaja mereka sudah terbiasa menipu dengan alasan apapun. Sebuah negara yang ‘dipegang’ oleh orang-orang yang sudah ‘jamak’ berbohong atau menipu, guna mencapai tujuan diri sendiri atau kelompok masing-masing. Maka situs porno pun akan dapat ditutupi oleh kebohongan dan ketidakjujuran anak terhadap ortu.

Rasulullah memberi peringat yang sangat keras tentang perbuatan berbohong atau menipu, hal ini karena ketidakjujuran adalah salah satu sebab rusaknya tatanan di dunia.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al-Isra’: 36)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada Al-Birr (kebaikan), sedangkan kebaikan itu mengantarkan ke dalam surga. Sesungguhnya seseorang senantiasa bersikap jujur hingga ia dicatat di sisi Allah Ta’ala sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya Al-Kadzib (kebohongan) itu mengarahkan pada kejahatan, sedangkan kejahatan itu menjerumuskan ke dalam Neraka. Sungguh seseorang senantiasa berbohong hingga dicatat sebagai pendusta.” (HR. Bukhari)

Ditunggu terbitnya ya🙂

Nyo, Magelang 04 Oktober 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: