Posted by: sinyoegie | February 23, 2014

Motivasi – Aku Tidak Berbakat Menulis FIKSI

(Persembahan untuk Mbak Sari Novita dan Mbak Nuraini Aini Malayuserta Mbak Liza Efriana)
Nyo Menyonyo memang penulis non fiksi, ya…belum pernah ada tulisan fiksi diterbitkan, kecuali dulu waktu SMA di sebuah majalah (MOP-Semarang).
Bergabung di grup FPBA tahun 2011 karena tertarik seleksi menulis novak (novel anak) dari Penerbit Tiga serangkai.

Tahap pertama lolos ke Jakarta, mendapat bimbingan dari MasBambang Trim dan Mbak Ary Nilandari. Beliau berdua ‘memprediksi’ saya akan kesusahan menulis fiksi, apalagi anak, karena sudah biasa di jalur non fiksi. Kenyataan menunjukkan prediksi tersebut benar-benar terjadi, seleksi tahap dua gagal.

Belajar menulis di ‘Jumat Hangat’ dibantai habis-habisan, bahkan MasAli Muakhir berkata masih banyak kalimat tidak efektif, cocoknya menjadi FF saja bukan cerpen. Menyerah? Tidak, saya berusaha belajar namun rasanya sia-sia.

Ingin ikut penulisan online tidak ada biaya, ditambah hampir setahun menunggui Bunda sakit. Jangankan menulis, sekedar online saja saya kesulitan, termasuk ke FPBA. Impian menulis fiksi anak-anak terkubur, habis….

Hingga suatu hari Mbak Ary kembali membuka kelas online, saya ikut dengan dana pinjaman untuk asuransi putra saya. Tekad bulat, hutang untuk biaya asuransi bisa dicicil bulanan. Di kelas itu ada 10 orang yang kebanyakan sudah mempunyai buku anak, saya menguatkan diri yang penting ‘semangat.’

Saat membuat outline langsung di-acc. Tetapi menginjak Bab I gagal melulu. Sampai saya malu sendiri kepada Bunda Ary, hingga ingin mengundurkan diri walau tetap membayar. Kala sedang ‘manyun’ itulah, istri saya Nur Aini Meiningsih berkata bahwa ‘saya tidak berbakat menulis fiksi’.

Kalimat itu membuat saya ‘gerah’. Sinyo ingin membuktikan bahwa ini semua bukan masalah bakat, tetapi tekad dan kerja keras. Selama seharian Nyo membaca banyak hal tentang menulis fiksi anak-anak, bahkan hingga mau muntah. Sisa-sisa ‘niat’ saya kumpulkan dan disatukan kembali, saya bangkit dari ‘kematian’ (inilah yang menjadi nama pena saya Sisha Sisha)

Hasilnya? Saya lulus tercepat bersaing ketat dengan Mbak Yovita Siswati di urutan nomor dua yang sudah sarat pengalaman dalam menulis naskah anak-anak. Naskah saya tawarkan di penerbit, tetapi ditolak (kepunyaan Mbak Yo diterima penerbit berbeda dan sudah terbit sekarang). Naskah saya revisi dan dikirim kembali ke penerbit lain, sekarang masih menunggu.

Selama masa menunggu itulah novak saya ujicoba kepada para first reader yaitu Alby SyafieMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah (penulis KKPK) dan Miftahul Jannah . Suprise mereka berkata sangat bagus, hanya memerlukan sedikit tambalan.

Dari usaha itu pula saya diajak duet dengan salah satu penulis senior buku anak-anak, dengan nama pena Sisha (Sinyo Selalu Happy). Alhamdulillah semoga lancar terbitnya.

Jadi, para member jangan mengira saya sudah expert di fiksi anak-anak, apalagi meminta membuka kelas online. Prinsip saya sama dengan Mbak Dian Kristiani dan Tethy Ezokanzo, kita berbagi ilmu di sini, FPBA yang kita cintai 

Coba hitung, baru bulan Oktober 2013 saya belajar dan Januari 2014 sudah ada naskah yang diterima penerbit. Bakat memang penting, namun kerja keras paling dibutuhkan dalam menulis 

Nyo, Kota Magelang, 31 Januari 2014 (tulisan khusus untuk Paberland)

Kata Mutiara Sinyo untuk Buku Generasi Penipu:
“Usaha yang dilakukan, menunjukkan seberapa dalam niat kita untuk maju”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: