Posted by: sinyoegie | April 17, 2014

Kumpulan Review Teman-teman Tentang Buku Terbaru Sinyo

cropped-promo.jpg

Review Supermak Cibi-cibi, 15 April 2014: untuk Aku Pernah Durhaka

Buku parenting bahasa indonesia nih buat emak yang lagi belajar jadi orang tua yang baik dan sesuai dengan ajaran rosulullah saw.saya nggak dagang ya saya nggak jual silahkan hunting ditoko buku ataupun dionline atau hubungi penulisnya sinyo egie fbnya,bukunya nggak tebel gampang dimengerti bahasanya lugas nggak njelimet.

Sumber: Facebook

*****

Review Nuraini Aini Malayu, 15 April 2014: untuk Generasi Penipu

Kalau hanya melihat kaver depan, ada dua dugaan tentang isi buku ini. Yang pertama tentang kriminalitas, karena itu tu…ada garis segel warna kuning seperti garis polisi. Yang kedua, buku ini asli tentang seluk beluk komputer, karena memang ada gambar komputernya. Oke..kita gabung, maka dapat kesimpulan bahwa buku ini hanya berisi tentang kejahatan di bisnis komputer. Gak tertarik?? Eits…tunggu dulu! Baca judul dan tulisan kecil berwarna putih itu.. Panduan Islami dalam Mendampingi Anak Berselancar di Dunia Maya. Penasaran, kan??
Seperti halnya saya, yang awal mulanya penasaran (menjadi alasan membeli buku ini) malah jadi ketagihan. Bahasanya cocok buat emak-emak seperti saya yang baru mengenal komputer khususnya internet. Apalagi mempunyai anak yang sering bersentuhan dengan dunia internet, seperti game online, facebook, atau twitter. Setelah saya melalap habis isi buku ini, dalam hati saya sering berucap: “Aih, kok hampir sama dengan pengalaman anak saya”, “Oh, iya juga ya?”, atau “saya harus praktekkan apa yang ada di buku ini!”

Buku imut nan padat berisi ini komplit abiss, karena disertai panduan Islami berupa Firman Allah SWT dan Hadits Rasulullah SAW dalam mencegah lahirnya generasi penipu. Jadi kita nggak bakal salah melangkah membimbing anak kita dalam berinternet ria. Suka tidak suka, mau tidak mau, anak kita akan berkenalan dengan internet. Karena inilah zamannya, jadi tidak mungkin kita menutup mata akan kehadiran internet. Sangat tidak menyenangkan jika kita terus dihantui ketakutan kalau-kalau anak kita akan terjerumus dalam kejahatan internet, seperti penipuan atau pelecehan. Supaya aman, maka kita sebagai orangtua harus bijak dalam menemani atau membiarkan anak kita berinternet. Bagaimana supaya kita bijak?? Bacalah Buku Generasi Penipu supaya kita tidak tertipu.

Sumber: Facebook

*****

Resensi Rosiana Febrianti, 07 April 2014: untuk Generasi Penipu

Judul Buku      : Generasi Penipu
Penulis             : Sinyo
Penerbit           : Qibla (PT Bhuana Ilmu Populer – Gramedia Grup)
Kota Terbit      : Jakarta
Tahun              : Januari 2014

Sinyo (nama pena dari Agung Sugiarto), nekat memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya (sebagai kepala cabang ISP Indonet Cabang Magelang) agar lebih fokus di dunia kepenulisan. Selain menulis buku, ia aktif menulis di blog dan mendidik anak-anak di lingkungan warnetnya agar ber-Internet dengan sehat. Karya keenamnya ini berjudul “Generasi Penipu” ini diterbitkan oleh Penerbit Qibla, Imprint dari Penerbit Bhuana Ilmu Populer, Januari 2014.

Pertama melihat buku ini, saya penasaran dengan judulnya, “Generasi Penipu”. Siapa yang menipu dan ditipu? Kemudian saya melirik subjudul, “Panduan Islami dalam Mendampingi Anak Berselancar di Dunia Maya”. Timbul pertanyaan lagi di benak saya. Apa hubungannya dengan dunia maya? Apakah buku ini tentang kejahatan di dunia maya? Lantas saya membaca daftar isi buku Generasi Penipu, mulai jelas apa saja isi buku ini.

Pada Bab Pertama, terdapat ulasan tentang bahaya pornografi dan penipuan di dunia maya, disertai dengan contoh konkretnya.Tersebutlah dua penipu ulung yang membuat saya geram membacanya. Masih ingat dengan Rahmat Sulistyo, laki-laki yang berpura-pura menjadi wanita agar bisa dinikahi Umar? Ia memasang gambar profil di Facebook dengan nama Frischa Anastasya Oktaviani atau Icha. Ia juga mebayar orang lain untuk berpura-pura sebagai orang tua yang menjadi wali nikahnya. Merasa dibohongi, Umar melaporkannya ke polisi. Sekarang ia dipenjara selama setahun dan pernikahannya dengan Umar dibatalkan.

Pada Bab Kedua, ada sekilas informasi tentang sejarah Internet dan pesonanya. Pesonanya sanggup membius siapa saja untuk kecanduan berselancar di dunia maya, membiasakan generasi muda copas (copypaste), melihat pornografi dan pornoaksi, serta menyaksikan adegan-adegan kekerasan yang menginspirasi mereka untuk tawuran pelajar. Nilai positif dan negatif dari Internet juga disajikan secara objektif, sehingga nyaris saya tidak menemukan kekurangan dalam buku ini.

Bab Ketiga memuat upaya pencegahan agar kebiasaan menipu tidak sampai menghinggapi anak-anak. Dalam upaya ini, ada andil orang tua dan lingkungan yang membentuk karakter anak yang jujur, hingga mengikuti akhlak Rasulullah yang terkenal dengan gelar “Al Amin” berkat kejujuran beliau.

Bab keempat memuat upaya-upaya pencegahan melalui pendampingan orang tua. Orang tua hendaknya tidak kalah set dengan anak-anaknya. Jika belum bisa Internet, jangan malu untuk minta diajari anaknya sendiri. Biasanya anak malah bangga jika telah mengajari orang tuanya. Berdasarkan pengalaman saya yang minta diajari twitter oleh murid-murid saya, mereka dengan senang hati mengajarkan saya karena senang memiliki guru gaul. Saya yang berpura-pura tidak mengerti, mengikuti petunjuk mereka hingga saya sedikit paham tentang twitter. Dengan demikian, saya belajar mengenal dunia mereka dan berusaha menghargai privasi mereka dengan tidak banyak mencampuri urusan mereka. Saya biasanya berusaha memberi saran secara personal agar mereka tidak melupakan tugas utama mereka, yaitu belajar.

Kelebihan sekaligus kekurangan buku ini adalah covernya yang sederhana, tapi cukup mewakili isi bukunya. Karena tipis dan sederhana, tentunya harga buku ini juga terjangkau. Jangan lihat buku dari sampulnya, meskipun kurang menarik karena tidak colorfull, tapi isinya sangat bermanfaat. Tips-tips kaya manfaat yang ditulis secara singkat di buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca para orang tua. Selamat Membaca!

Sumber: http://edakwah.com/2014/04/waspadai-kejahatan-di-dunia-maya/

*****

Review Nuraini Aini Malayu, 04 April 2014: untuk Aku Pernah Durhaka

Aku mendadak cengeng ketika membaca buku ini. Karena aku disuguhi kisah nyata penulisnya (Sinyo dan Alby S), yang selama ini kukira hanya di sinetron saja aku jumpai. Masa lalu yang menyakitkan sehingga mereka ingin hidup ini segera berakhir. Tapi usaha mereka gagal karena kasih sayang dan Hidayah. Ya, jika bukan karena Hidayah dari Allah, mungkin mereka sudah jadi pendurhaka tulen sampai akhir hayat. Hidayah plus Hadiah itulah yang membuat mereka berubah total. Ada penggalan kalimat yang sangat menarik perhatianku,” Andai saja waktu itu aku dipanggil Allah, tentu aku akan menjadi arang neraka karena …”

Selain kisah nyata, buku ini juga mengajak pembaca untuk melahirkan generasi hebat dunia akhirat. Cocok dibaca bagi remaja dan mereka yang sudah atau akan menikah, agar menjadi anak sekaligus orangtua ideal. Menambah wawasan kita tentang ke-Islaman karena dilengkapi dengan Firman Allah SWT dan Hadits Rasulullah SAW.

Bagiku, buku ini sangat luar biasa karena sarat manfaat. Di era globalisasi ini, jika tidak banyak membaca atau melihat tayangan bermutu, akan tergilas arus dan akhirnya merugi. Jadi, tidak salah jika nantinya buku ini akan sering kubaca. Supaya tidak salah kaprah dalam mendidik anak-anakku.
Sumber: Facebook
*****
Resensi Ade Delina Putri: Untuk Generasi Penipu

Judul buku : Generasi Penipu
Penulis : Sinyo
Tahun Terbit : 2014
Penerbit : Qibla
Tebal Buku : 70 Halaman

Harusnya saya punya buku ini saat saya sedang mencari referensi untuk presentasi Character Building nih. Karena memang tema yang saya ambil adalah dampak teknologi pada anak. Sang dosen yang akhirnya menginspirasi saya untuk mengambil tema itu. Saya pikir, iya juga ya. Teknologi sekarang kan sudah canggih banget. Mulai dari anak-anak sampai orang tua semua sudah ‘ketergantungan’ dengan yang namanya teknologi. Mulai dari gadget sampai internet. Kenapa harus ambil dampak dari anak-anak? Ya karena anak-anak masih suci, polos, jadi pertumbuhan mereka sebagian besar berasal dari lingkungan. Sayangnya, sekalipun teknologi kian canggih, tapi tidak semua membawa dampak positif. Malah saat saya melakukan observasi lapangan, lebih banyak negatifnya 😦 Semacam teknologi membawa candu tersendiri yang pada akhirnya  membuat sebagian besar anak menjadi penyendiri alias asyik dengan kegiatannya sendiri. Bagi yang lahir tahun 90an pasti kita masih merasakan yang namanya main petak umpet, kelereng, layang-layang, dll yang bersifat lapangan dan kelompok. Tapi sekarang, anak-anak cenderung lebih banyak depan komputer atau gadgetnya. So jadi kurang deh sosialisasinya 😦

Lalu kenapa juga saya bilang harusnya punya buku ini? Karena buku ini akan membantu saya untuk menambah bahan dalam makalah dan presentasi saya hehe. Upzh bukan hanya itu, khususnya buku ini berguna bagi para orang tua untuk mengenal lebih dalam tentang internet dan melakukan pendampingan yang positif terhadap anak dalam berinternet bijak. Mulai dari dikenalkan dengan pengertian internet, sejarahnya, hingga dampak-dampak dari internet itu sendiri bagi anak-anak dan solusinya bagi para orang tua.

Salah satu dampak terbesar yang diulas buku ini tentulah sesuai judulnya Generasi Penipu. Orang tua yang kurang bijak, melarang anak untuk tidak mengakses internet membawa anak berujung pada ketidak puasan hingga akhirnya anak mulai berani berbohong. Atau jika akses internet anak tidak didampingi orang tua, maka anak dengan bebasnya mengakses situs apapun. Termasuk situs pornografi yang saat ini masih mudah dijumpai 😦 Kecanduan game online juga menjadi diantaranya. Rasa penasaran menyelesaikan game bisa membawa anak pada rasa candu yang ditawarkan. Serta masih banyak yang lainnya. Dari alasan-alasan itulah yang akhirnya membuat anak menjadi takut untuk ‘mengaku’ pada orang tua dan terbiasa untuk berbohong. Huhu miris 😦

So, kesimpulannya orang tua tidak bisa dengan ‘buta’ melarang anak untuk tidak mengakses internet, karena tak bisa dipungkiri saat ini internet sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Belum lagi sebagian besar sekolah juga mulai melibatkan internet untuk proses pembelajarannya. Dengan buku setebal 70 halaman serta bahasa sederhana buku ini, insya Allah orang tua bisa lebih memahami apa yang sebaiknya dilakukan. Salah satunya dengan memberi kebijakan pada anak dengan melakukan pendampingan dan memberi pemahaman yang baik pada anak yang juga dengan menggunakan bahasa yang sekiranya mudah dipahami anak. Lebih bagus lagi buku ini tak sekadar mengulas lewat pandangan umum, namun diperkuat juga dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits yang sekiranya mendukung. Insya Allah nambah paham deh orang tua 🙂 Semoga teknologi khususnya internet bukan membawa anak menjadi generasi yang negatif, melainkan dengan teknologi anak bisa semakin maju dengan pemikiran-pemikiran positif yang ikut berpengaruh bagi umat dan bangsa 🙂 Aamiin

ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan , ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba , ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok , ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati , ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan , ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan , ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi , ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian , ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan , ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan , ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan , ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran
Revolusi Cara Belajar (Dorothy Law Nolte)

*****
Resensi Untung Wahyudi: untuk Generasi Penipu
Mengenal Bahaya dan Manfaat Internet

Dewasa ini, dengan segala kecanggihannya, internet telah berhasil membuat segala sesuatu yang sulit menjadi mudah. Mengubah hal-hal mustahil menjadi mungkin. Perkembangan dunia internet, bahkan, telah mengubah hidup manusia menjadi lebih praktis dan dinamis.

Hal ini terbukti dengan adanya fasilitas publik yang takbisa dipisahkan dari dunia internet. Dunia perbankan, misalnya. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana rumitnya transaksi nasabah tanpa adanya fasilitas internet yang menyertainya.

Internet juga sudah menjadi gaya hidup modern. Hal ini karena kita bisa mendapatkan berbagai informasi dari internet. Adanya berbagai situs atau portal berita online kita bisa mengunduh berbagai informasi, tanpa harus banyak mengeluarkan biaya. Dengan internet, dunia global bisa kita jamah dengan sekali sentuh.

Dalam buku Generasi Penipu; Panduan Berselancar di Dunia Maya, Sinyo akan berbagi informasi seputar internet. Selain menyajikan informasi sejarah singkat internet, dalam buku ini penulis juga secara detail menjelaskan tentang pesona internet, sehingga banyak orang yang tertarik menggunakannya. Selain itu, manfaat dan bahaya internet juga dipaparkan dengan pembahasan yang lengkap, meskipun buku ini terbilang tipis.

Beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari internet antara lain adalah, kita bisa membaca sekaligus mengunduh berbagai berita. Saat ini, media informasi cetak (koran, buletin, tabloid) dalam kehidupan sehari-hari banyak dicari masyarakat. Dengan hadirnya dunia internet, maka banyak perusahaan yang menerbitkan media cetak mulai merambah ke dunia maya. Akhirnya, kini banyak bertebaran website yang menyediakan konten berisi informasi layaknya media cetak di dunia nyata (hlm. 31).

Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter menjadi salah satu pesona yang membuat orang tertarik menggunakannya. Saat ini, pengguna situs yang menjadi fasilitas pertemanan di dunia maya itu tidak hanya digandrungi kalangan tertentu, tapi juga berbagai elemen masyarakat. Dari usia muda hingga yang tua. Semua seolah-olah tersihir dengan fasilitas yang banyak mendatangkan manfaat itu.

Apalagi sekarang, situs jejaring Facebook dan Twitter juga bisa menjadi sarana berbagi informasi dan promosi sebuah produk. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya usaha yang menggunakan fasilitas internet sebagai media promosinya. Toko-toko online seperti toko buku, souvenir, makanan dan yang lainnya bisa kita temukan di dunia maya (hlm. 41).

Namun, yang harus diperhatikan bahwa internet selain mendatangkan berbagai manfaat dan menyediakan berbagai fasilitas, juga bisa mendatangkan kemudaratan atau bahaya. Ini penting untuk diketahui oleh para orangtua agar bisa memantau anak-anaknya dalam penggunaan internet. Kesadaran untuk menggunakan fasilitas internet untuk hal-hal positif harus disampaikan sejak dini, sebelum anak-anak mereka lebih jauh berkelana di belantara internet yang tanpa batas.

Salah satu fasilitas yang banyak digandrungi anak-anak sekarang adalah game online. Lewat game online, selain anak-anak dan remaja mendapat hiburan, mereka juga dapat berinteraksi dengan sesama pemakai game di mana pun. Namun, tentang game online ini, ada beberapa orangtua yang tidak peduli. Mereka berpikir lebih baik anak mereka bermain game daripada mengerjakan hal-hal yang buruk, sehingga pengawasan orangtua menjadi berkurang (hlm. 42).

Maka, sangat penting bagi orangtua untuk juga peduli terhadap perkembangan dunia komunikasi yang saat ini berkembang dengan pesat. Apalagi, fasilitas internet saat ini sudah bisa diakses di handphone-handphone canggih. Untuk menggunakan internet, anak-anak sekarang sudah bisa mengaksesnya dari rumah dengan biaya data yang cukup murah.

Di sini pentingnya untuk ditanamkan kejujuran dan kesadaran dalam pikiran generasi muda agar menggunakan fasilitas internet dengan sebaik-baiknya. Sekadar hiburan penghilang jenuh setelah dikepung kegiatan belajar di sekolah, itu sah-sah saja dilakukan oleh anak muda. Tapi, yang sangat disayangkan adalah, jika mereka tidak bisa memilah antara waktu bermain di dunia maya dengan waktu belajar. Apalagi jika mereka sampai tergoda untuk mengakses situs-situs terlarang seperti pornografi dan sejenisnya yang sangat mudah untuk didapatkan dari internet.

Tak hanya itu, internet juga seringkali menjadi “markas” penipuan yang belakangan marak terjadi. Tak sedikit orang yang tertipu dengan iming-iming hadiah undian yang disebar melalui jaringan internet.

Buku ini sangat bermanfaat untuk dijadikan panduan memahami dunia internet dengan segala seluk-beluknya. Tidak hanya bagi anak muda yang ingin mengenal internet dengan segala fasilitas dan kecanggihannya. Tapi, juga berguna bagi orangtua atau guru yang peduli akan perkembangan dunia informasi yang saat ini sudah menjadi gaya hidup sehari-hari. (*)

(Untung Wahyudi)

Sumber: http://www.wisata-buku.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2238&Itemid=2380

 

Judul : Generasi Penipu; Panduan Berselancar di Dunia Maya
Penulis : Sinyo
Penerbit  : Qibla
Tahun : 2014
Genre  : Internet
Tebal : 92 Halaman
ISBN : 10-602-249-510-5


Responses

  1. Mantap😀

    • Jazakillahu khairan Mbak Ade (y)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: