Posted by: sinyoegie | May 26, 2014

Aku Pernah Durhaka: Belajar Menjadi Orang Tua

Resensi oleh Mbak Ade, saya kopikan dari blognya ya😉

Posted on Mei 24, 2014 by Ade Delina Putri

Judul buku: Aku Pernah Durhaka

Penulis: Sinyo dan Alby S.

Penerbit: Qibla (imprint BIP – Kelompok Gramedia)

Cetakan: Pertama, September 2013

Tebal: x + 218 halaman

ISBN: 978-602-8864-93-0

apd

Alhamdulillah saya mendapat buku ini langsung dari penulisnya hehe. Apalagi kalau bukan karena ikutan kuis😀 Buku ini sendiri sebenarnya sudah lama saya selesaikan, hanya saja baru saya buat resensinya sekarang. Hiks maafkan saya mas Sinyo -_-

Saya jadi teringat tulisan di sini. Masa lalu yang saya sesalkan tapi memberi saya pelajaran luar biasa. Allah. Kadang kalau ingat itu, saya jadi nangis sendiri, bagaimana mungkin saya bisa membenci sementara orang tua sudah ‘jungkir balik’ menafkahkan hingga membesarkan saya sampai saat ini. Tapi Alhamdulillah, Allah menegur saya dengan jalan yang indah.

Dan saya bersyukur mendapat buku ini. Buku ini berisi kisah dua penulis yang punya kisah hampir serupa dengan saya. Pernah ‘membenci’ orang tua. Bagaimana awal mula mereka bisa membenci hingga akhirnya Allah memberinya kesadaran. Sungguh, saya jadi beripikir mungkin kita sebagai anaklah yang seringkali malah mengecewakan mereka. Astagfirullah. Padahal telah jelas ayat QS. Luqman: 14

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Bukan itu saja, rasanya buku ini memang cocok untuk semua umur. Mulai anak-anak agar bisa mengambil hikmah dari kisah dua penulis hingga belajar bagaimana caranya menjadi orang tua. Bagusnya lagi buku inipun membahas dari mulai awal sebelum pernikahan. Mungkin seringkali kita lebih memikirkan bagaimana resepsi pernikahan, akad sampai kita lupa bahwa kita harus mempunyai tujuan akan dibawa kemana keluarga kita nanti. Ya. Dan buku ini memberi solusinya.

Menjadi orang tua memang tak ada sekolahnya, tapi bukan berarti kita tak perlu belajar. Biar bagaimanapun, awal kehidupan seorang anak, ialah bermuara dari orang tuanya.

Sumber: http://delinabook.wordpress.com/2014/05/24/aku-pernah-durhaka-belajar-menjadi-orang-tua/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: