Posted by: sinyoegie | July 14, 2014

Syarat

Kuajak Kayyisa mendekati Abi yang sedang sibuk di depan komputer. Kami berdua saling dorong, kubujuk adikku agar mau meminta izin pada Abi.

“Bi, boleh main komputer tidak?” tanya Kayyisa sesuai bisikanku.

“Iya silakan, seperti biasa mengaji dulu ya,” jawab Abi sambil tersenyum.

“Satu halaman saja ya Bi,” bujukku sambil meringis. Tetapi seperti jawaban yang sudah-sudah, Abi pasti menggelang pelan. Huf…minimal tiga halaman Quran harus kubaca.

“Yah…Abi pelit,” ucapku dan Kayyisa serempak. Kami menjulurkan lidah dan berteriak kegirangan mengambil Syaamil Quran di meja dekat TV. Mengajiku sudah lancar, tetapi entah kenapa Abi selalu meminta mengulang terus setiap hari. Kalau bukan karena ingin main game atau komputer, malas rasanya. Belum lagi harus mendampingi Kayyisa yang masih agak terbata membaca Quran, lama nian.

*****

Berderet piala lomba qiro’ah dan piagam penghargaan hapalan Al Quran, tertata rapi pada bufet khusus dan dinding ruang kerja Abi. Semua itu kepunyaanku serta Kayyisa saat kami berdua masih kecil. Berkah karena ajakan Abi mengaji setiap hari, ya kuterapkan juga kepada buah hatiku.

Kayyisa masih enggan kuajak pergi, hanya menunduk dan jilbabnya basah.

“Aku menemui tamu dulu di luar ya Dik,” kataku kepadanya. Kukecup pipi Abi untuk terakhir kali, aku berusaha tidak meneteskan air mata.

Nyo, Kota Magelang, menjelang Ashar 10 juli 2014, yang rajin ya Ahza dan Kayyisa🙂

Flash Fiction ini diikutkan pada lomba Syaamil Quran bekerjasama dengan PaBerLand dengan tema #AyoNgajiTiapHari.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: