Posted by: sinyoegie | July 21, 2014

Aku di Garis Depan Gaza

anak-gaza

Benar kan, sesuai dengan perkiraanku, setelah Ahza (anak sulung) mengetahui tentang konflik di Gaza Palestina-Israel mulutnya mulai ‘ngepret’. Dari siapa bangsa Israel sampai dengan rudal, semua ditanyakan. Nyo jelaskan secara sabar, walau sesekali ingin sewot juga ^_^

Tetapi akhirnya, hal yang Nyo khawatirkan terjadi, saat Ahza melihat korban pertempuran Palestina-Israel. Saya dengar komentar dia mulai ‘panas’. Siap-siap dah adu argumentasi, bicara soal ‘kekerasan’ harus hati-hati dengan si buah hati. Salah-salah ditiru tanpa sebab yang jelas.

“Bi…aku mau mencari tongkat nabi Musa,” ujar Ahza sepulang dari sholat Ashar di masjid.

“What? buat apa?” aku bingung dengan ne anak.

“Nanti, kalau Israel mengeluarkan rudal, biar kukeluarkan berbagai binatang untuk melawan mereka. mantap kan?” tukas Ahza.

Weh, mau jawab apa ini. Nyo terdiam sejenak, berpikir bagaimana agar tidak menjurus kepada kekerasan menyakiti orang.

“Ya kasihan binatang-binatang itu ta Za. Tetap kalah sama rudal Israel, apakah tega melihat mereka mati semua?” jawabku.

Kekekekek, asyiikk berhasil dah. Dia terlihat mengangguk sambil berpikir. Ah, sebelum didahului harus kucari cara mengalihkan peperangan antara Palestina-Israel secara gokil.

“Kalau Abi, mending seperti Nabi Sulaiman.”

“Lah, mau apa? Mengerahkan jin?” selidik Ahza serius.

“Tidaklah, akan saya minta tuh semua bakteri coli menyerbu tentara Israel, jadi mereka ‘mencret-mencret’. Mau nembak gak jadi karena mules. Pasti mereka akan berhenti menyerang Palestina. Bisa juga kita mengirim bakteri yang bikin para tentara tidur, biar damai dah.” Gayaku sangat meyakinkan.

Hahahah Ahza mengangguk tanda setuju. Aku memang Abi yang keren pokoknya, bangga sedikitšŸ˜€

“Kalau misalnya Abi sekarang berada di Gaza, mau ngapain coba?” tanya Ahza tiba-tiba.

Gubrax! Walah masih ada lagi? Kirain sudah selesai. Hm…jawab apa ya, dipikir dulu sambil pura-pura senyum biar terlihat cool di mata anak. Aha…ketemu, aku memang cerdas hihihihišŸ™‚

“Abi ya jelas berada di garis depan Gaza lah.” Aku menepuk dada.

Ahza terlihat gembira dan bertepuk tangan. Siapa sih yang tidak senang melihat Abinya ikut perang di garis depan? Hahah tapi dia tidak tahu kalau aku kibuli.

“Eit, jangan salah Za. Maksudnya Abi, berada di bagian depan barisan dapur umum. Lah kalau tidak ada yang masak kan kasihan tentara, ntar pada lemas dan tidak bisa perang.” Aku puas, puas sekali bisa mengerjai Ahza, supaya tidak teralihkan perhatiannya pada kekerasan.

Ahza diam sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak. Walau sudah kujelaskan tentang pentingnya arti dapur umum, dia masih saja ngakak.

Eh, benar tidak sih pembaca, kalau dapur umum penting? Jangan-jangan kalian tertawa juga…waduh -_-

Nyo, Kota Magelang, 21 Juli 2014 (Menjelang buka puasašŸ™‚ )

antarafoto-DapurUmum071110

Coba lihat…tetap keren kan bagian dapur umum ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: