Posted by: sinyoegie | December 1, 2014

Janji Laki-laki

kayyisa-24

Kayyisah menggeser kursi agar bisa menghadap diriku yang sedang manyun di depan komputer. Diambilnya dua bantal dari kamar, ditumpuk di atas kursi sambil merengek minta ditemani tidur.

“Kok tidak tidur sama Umi?” tanyaku.

“Bosan…,” jawab Kayyisa sambil bermain di atas kursi.

Bagi kami, si Bungsu memang tidak kalah ‘aneh’nya dengan sang kakak, Ahza. Ada saja tingkah laku yang membuat kami terkejut. Bi, langit itu terbuat dari apa sih? Tanaman/sayuran terbuat dari apa ya? Jangan lebay dah Bi! Atau pernah juga dia ‘memfitnah’ saya di sebuah mushola. Saya sedang khusyuk sholat tiba-tiba dia menceletuk kepada temannya: “Eh Abiku galak lo dan suka memukuli” , hampir saja saya tertawa di sela sholat. Waktu pulang saya tanya kenapa berani mem’pitnah’ abinya sendiri, dia cuma nyengir kuda.

Jam menunjukkan pukul 22.30 WIB. Kayyisah memang sering tidur malam, dia merasa sendirian kalau Umi dan kakaknya sudah tidur duluan. Kadang si kecil ini mengamatiku saat sedang menulis atau membaca beberapa artikel di Internet. Apalagi sejak dia tertabrak motor beberapa bulan yang lalu, dia lebih memilih tidur bersamaku. Mungkin dia merasa aman atau karena senang mendengar dongeng-dongeng.

“Ayo Bi, temani.”

“Abi masih ada kerjaan. Kayyisah di kamar saja dulu, banyak nyamuk di sini. Nanti kalau pekerjaan Abi sudah kelar, Dik Kayyisah saya angkat ke kamar belakang,” saranku.

Gadis kecil itu menurut, dia menuju kamar bersama bantalnya. Pintu tidak ditutup rapat, sayup-sayup masih kudengar dia berceloteh menirukan Bahasa Jepang. Sesekali berteriak ala tokoh Precure, salah satu animasi Jepang penerus Sailormoon. Wall di komputerku juga isinya gerombolan si Precure itu.

Malam semakin larut, Suara Kayyisah mengajakku menemani tidur memudar, melirih, senyap. Aku memberitahu dirinya bahwa pekerjaan belum selesai. Sunyi…tidak terasa jam menunjukkan pukul 01.00 WIB dini hari.

Setelah kubereskan semua, kudatangi Kayyisah yang sudah terlelap dengan posisi telungkup. Kepalanya mendekati pintu kamar, tentu dia ingin mendengar jawabanku atas pertanyaan-pertanyaannya.

Kuangkat gadis kecilku, kupandang sejenak dengan senyum. Kutidurkan dia di kamar belakang bersamaku.

Berharap, saat Kayyisah bangun esok hari maka dia akan menemukan Abi tidur di sebelahnya. Semoga sadis kecilku akan selalu ingat hingga dewasa kelak, laki-laki yang baik tidak pernah ingkar janji.

Berjanji akan memberi contoh hidup sesuai agama Islam dengan baik.

Memenuhi janji setia kepada istri untuk tidak poligami (kecuali diizinkan ihiks…. ^_^ )

Berjanji terhadap keluarga agar selalu melindungi.

Berhati-hatilah dengan janji wahai laki-laki, karena dia akan dibawa sampai mati. Semoga hutang-hutangku kepada sahabat dan kerabat segera lunas (aamiin, curcol sedikitšŸ˜€ )

Nyo, Kota Magelang, 01 Desember 2014 (Muach…Kayyisah)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: