Posted by: sinyoegie | January 7, 2015

Wanita Pendamba Surga

r-MUSLIM-WOMAN-911-large570
(Sumber gambar Muslimah Woman 911)

Hari ini selepas Subuh saya mendengar pengumuman kalau tetangga satu RT wafat. Hujan mendera kota Magelang sehingga Sinyo dan teman-teman agak lambat memasang tenda di tempat lelayu itu.

Dalam otak bertahap terbayang ada cucian anak-anak yang menumpuk, Si Bungsu yang ditinggal di rumah karena istri ada rapat, dan masih ditambah menyiapkan buku-buku yang akan saya kirim. Hanya saja bayang itu lenyap berganti ‘rasa penasaran’ yang saya simpan sejak semalam. Ya keingintahuan saya meletup-letup terus seperti bisul Merapi.

Bagaimana tidak, narasumber yang akan saya ajak bicara seorang wanita yang ‘menurut saya sangat amat luar biasa’. Mungkin sebagian orang berpikir wanita ini ‘terlalu bodoh atau dungu’ tapi suara batin saya berkebalikan. Dia adalah wanita pendamba surga (kita sebut saja Uni).

Menjelang siang Uni menghubungi saya dan kita ngobrol banyak. Kami teruskan sore hingga malam sambil mengerjakan banyak hal. Dalam akhir obrolan kami, saya hanya bisa menyampaikan kepadanya: “Kakak sudah menanam bibit di surga.”

Uni..wajahnya cantik, setiap laki-laki yang melihatnya pertama kali pasti akan ‘wow’ dalam hatinya. Suaminya keren dan cukup beken di daerah tempat mereka tinggal. Orang memandang mereka keluarga yang ideal dan harmonis. Senyum Uni selalu mengembang di setiap fotonya. Hanya saja hati kita akan tersayat saat mendengar pengakuan Uni.

Sejak malam pertama hingga sekarang, ternyata Uni masih ‘gadis’. Ya, sang suami gagal ‘menjamah’nya. Bukan hanya hitungan satu hari, dua bulan, atau satu tahun. Astaghfirullah… lebih dari itu (Sinyo tidak tega menyebutnyašŸ˜„ ). Uni tetap wanita biasa yang membutuhkan kasih sayang dan nafkah batin, tentu ada pertengkaran-pertengkaran kecil yang terjadi gara-gara dia tidak mendapatkan hal itu dari sang suami.

Tidak sekedar bertahan, Uni juga rela ‘sakit hati’ dijadikan ‘tumbal’ penyebab gagalnya suami mendekatinya. Uni hanya bisa menangis, pasrah kepada Sang Penguasa Alam.

Berberapa kali Uni berusaha membantu sang suami mencari solusi, bahkan sempat tebersit menghubungi Sinyo, hanya saja dia takut membuka aibnya. Akhirnya dia merelakan diri ‘tersiksa’ demi sang kekasih pujaan hati.

Hingga Allah SWT memberi cara tersendiri Uni dapat berpisah dengan sang suami. Meski jauh, Uni masih selalu mendoakan belahan hati dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Ah Uni. Bagiku kau adalah salah satu wanita hebat di muka bumi ini yang tidak tertoreh dalam sejarah. Jangan khawatir, Allah SWT kelak akan menumbuhkan bibit yang Uni tanam di surga sebagai ‘pemanggil’ jiwa yang pernah tersakiti sedemikian dalam. Tatap masa depan dan abaikan pendapat miring orang, Uni tetaplah wanita pendamba surgašŸ™‚

Sinyo, Awal Januari di Kota Magelang yang indah (Apa guna sayap, jika semua makhluk memilikinya…)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: